Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH

Assalamu Alikum


Blog EntryMar 6, '08 12:16 PM
for everyone

Kemuliaan Allah

Diantara bani Irail, hiduplah seorang ahli ibadah. Setiap hari, dia menghabiskan banyak waktu hanya untuk ibadah. Suatu ketika, dia beroleh ilham lewat mimpi yang mengatakan, “sahabatmu yang bernama Fulan kelak akan mendapatkan tempat di Surga”

Ahli ibadah tersebut mencari temannya itu untuk mengetahui apa yang telah dilakukannya sehingga dia mendapatkan tempat di surge.

Ketika ahli ibadah itu datang padanya, dia melihat sehabatnya itu tidak pernah mengerjakan shalat malam (tahajud) dan tidak pula berpuasa di siang hari, hanya mengerjakan kewajiban-kewajiban saja. Ahli ibadah itu berkata “ Ceritakanlah padaku tentang amal ibadah yang kau kerjakan”

Orang itu berkata, “saya tidak mengerjakan ibadah kecuali kewajiban kewajiban saja. Tetapi saya memiliki satu sifat, yaitu jika saya mendapatkan bencana atau penyakit, maka saya tidak menghendaki kemudahan atau kesembuhan. Jika saya berada diterik matahari, saya tidak mengharapkan naungan. Saya rela atas segala hukum dan keputusan Allah, maka saya abaikan keinginan diri saya sendiri”.

Ahli ibadah itu berkata “Sifat inilah yang menghantarkanmu pada maqam dan posisi yang tinggi. Inilah sifat mulia yang Allah wahyukan kepada Nabi Daud as. :

Wahai Daud, apa yang dilakukan para kekasih-Ku terhadap kemegahan dunia ? kemegahan dunia mampu menghilangkan rasa manis dan kenikmatan bermunajat dari dalam hati mereka. Wahai Daud, Aku mencintai orang yang mencintai para kekasih-Ku, mereka adalah kaum ruhaniawan, mereka tidak bersedih hati, mereka tidak mengikatkan hati mereka dengan dunia, mereka menyerahkan segala urusan mereka padaKu secara total, dan mereka rela dengan keputusan-Ku.


Blog EntryDec 18, '07 3:12 AM
for everyone

Bila malam sudah beranjak mendapati Subuh, bangunlah sejenak. Lihatlah istri Anda yang sedang terbaring letih menemani bayi Anda. Tataplah wajahnya yang masih dipenuhi oleh gurat-gurat kepenatan karena seharian ini badannya tak menemukan kesempatan untuk istirah barang sekejap, Kalau saja tak ada air wudhu yang membasahi wajah itu setiap hari, barangkali sisa-sisa kecantikannya sudah tak ada lagi.

Sesudahnya, bayangkanlah tentang esok hari. Di saat Anda sudah bisa merasakan betapa segar udara pagi, Tubuh letih istri Anda barangkali belum benar benar menemukan kesegarannya. Sementara anak-anak sebentar lagi akan meminta perhatian bundanya, membisingkan telinganya dengan tangis serta membasahi pakaiannya dengan pipis tak habis-habis. Baru berganti pakaian, sudah dibasahi pipis lagi. Padahal tangan istri Anda pula yang harus mencucinya.

Di saat seperti itu, apakah yang Anda pikirkan tenang dia? Masihkah Anda memimpikan tentang seorang yang akan senantiasa berbicara lembut kepada anak-anaknya seperti kisah dari negeri dongeng sementara di saat yang sama. Anda menuntut dia untuk nenjadi istri yang penuh perhatian, santun dalam bicara, lulus dalam memilih kata serta tulus dalam menjalani tugasnya sebagai istri, termasuk dalam menjalani apa yang sesungguhnya bukan kewajiban istri tetapi dianggap sebagai kewajibannya.

Sekali lagi, masihkah Anda sampai hati mendambakan tentang seorang perempuan yang sempurna, yang selalu berlaku halus dan lembut? Tentu saja saya tidak tengah mengajak Anda membiarkan istri kita membentak anak-anak dengan mata membelalak. Tidak. Saya hanya ingin mengajak Anda melihat bahwa tatkala tubuhnya amat letih, sementara kita tak pernah menyapa jiwanya, maka amat wajar kalau ia tidak sabar. Begitu pula manakala matanya yang mengantuk tak kunjung memperoleh kesempatan untuk tidur nyenyak sejenak, maka ketegangan emosinya akan menanjak. Disaat itulah jarinya yang lentik bisa tiba-tiba membuat anak kita menjerit karena cubitannva yanq bikin sakit.

Apa artinya? Benar, seorang istri shalihah memang tak boleh bermanja-manja secara kekanak-kanakan, apalagi sampai cengeng. Tetapi istri shalihah tetaplah manusia yang membutuhkan penerimaan. Ia juga butuh diakui, meski tak pernah meminta kepada Anda.

Sementara gejolak-gejolak jiwa yang memenuhi dada, butuh telinga yang mau mendengar. Kalau kegelisahan jiwanya tak pernah menemukan muaranya berupa kesediaan untuk mendengar, atau ia tak pernah Anda akui keberadaannya, maka jangan pernah menyalahkan siapa-siapa kecuali dirimu sendiri jika ia tiba-tiba meledak. Jangankan istri kita yang suaminya tidak terlalu istimewa, istri Nabi pun pernah mengalami situasi-situasi yang penuh ledakan, meski yang membuatnya meledak-ledak bukan karena Nabi Saw. tak mau mendengar melainkan semata karena dibakar api kecemburuan. Ketika itu, Nabi Saw. hanya diam menghadapi 'Aisyah yang sedang cemburu seraya memintanya untuk mengganti mangkok yang dipecahkan.

Alhasil, ada yang harus kita benahi dalam jiwa kita. Ketika kita menginginkan ibu anak-anak kita selalu lembut dalam mengasuh, maka bukan hanya nasehat yang perlu kita berikan. Ada yang lain.

Ada kehangatan yang perlu kita berikan agar hatinya tidak dingin, apalagi beku, dalam menghadapi anak-anak setiap hari, Ada penerimaan yang perlu kita tunjukkan agar anak-anak itu tetap menemukan bundanya sebagai tempat untuk memperoleh kedamaian, cinta dan kasih-sayang.

Ada ketulusan yang harus kita usapkan kepada perasaan dan pikirannya, agar ia masih tetap memiliki energi untuk tersenyum kepada anak-anak kita. Sepenat apa pun ia.

Ada lagi yang lain: pengakuan. Meski ia tidak pernah menuntut, tetapi mestikah kita menunggu sampai mukanya berkerut-kerut. Karenanya, marilah kita kembali ke bagian awal tulisan ini. Ketika perjalanan waktu telah melewati tengah malam, pandanglah istri Anda yang terbaring letih itu. lalu pikirkankah sejenak, tak adakah yang bisa kita lakukan sekedar Untuk menqucap terima kasih atau menyatakan sayang? Bisa dengan kata yang berbunga-bunga, bisa tanpa kata.Dan sungguh, lihatlah betapa banyak cara untuk menyatakannya. Tubuh yang letih itu, alangkah bersemangatnya jikadi saat bangun nanti ada secangkir minuman hangat yang diseduh dengan dua sendok teh gula dan satu cangkir cinta.

Sampaikan kepadanya ketika matanya telah terbuka, "Ada secangkir minuman hangat untuk istriku. Perlukah aku hantarkan untuk itu?"

Sulit melakukan ini? Ada cara lain yang bisa Anda lakukan. Mungkin sekedar membantunya menyiapkan sarapan pagi untuk anak-anak, mungkin juga dengan tindakan-tindakan lain, asal tak salah niat kita. Kalau kita terlibat dengan pekerjaan di dapur, memandikan anak, atau menyuapi si mungil sebelum mengantarkannya ke TK, itu bukan karena gender-friendly; tetapi semata karena mencari ridha Allah. Sebab selain niat ikhlas karena Allah, tak ada artinya apa yang kila lakukan. Kita tidak akan mendapati amal-amal kita saat berjumpa dengan Allah di yaumil-kiyamah.

Alaakullihal, apa yang ingin Anda lakukan, terserah Anda. Yang jelas, ada pengakuan untuknya, baik lewat ucapan terima kasih atau tindakan yang menunjukkan bahwa dialah yang terkasih.

Semoga dengan kerelaan kita untuk menyatakan terima-kasih, tak ada airmata duka yang menetes dari kedua kelopaknya. Semoga dengan kesediaan kita untuk membuka telinga baginya, tak ada lagi istri yang berlari menelungkupkan wajah di atas bantal karena merasa tak didengar. Dan semoga pula dengan perhatian yang kita berikan kepadanya, kelak istri kita akan berkata tentang kita sebagaimana Bunda 'Aisyah radhiyallahu anha berucap tentang suaminya, Rasulullah Saw., "Ah, semua perilakunya menakjubkan bagiku."

Sesudah engkau puas memandangi istrimu yang terbaring letih, sesudah engkau perhatikan gurat-gurat penat di wajahnya, maka biarkanlah ia sejenak untuk meneruskan istirahnya. Hembusan udara dingin yang mungkin bisa mengusik tidurnya, tahanlah dengan sehelai selimut untuknya.

Hamparkanlah ke tubuh istrimu dengan kasih-sayang dan cinta yang tak lekang oleh perubahan, Semoga engkau termasuk laki-laki yang mulia, sebab tidak memuliakan wanita kecuali laki-laki yang mulia.

Sesudahnya, kembalilah ke munajat dan tafakkurmu.

Marilah kita ingat kembali ketika Rasulullah Saw. berpesan tentang istri kita. "Wahai manusia,sesungguhny a istri kalian mempunyai hak atas kalian sebagaimana kalian mempunyai hak atas mereka. Ketahuilah," kata Rasulullah Saw. melanjutkan, 'kalian mengambil wanita itu sebagai amanah dari Allah, dan kalian halalkan kehormatan mereka dengan kitab Allah.

Takutlah lepada Allah dalam mengurus istri kalian. Aku wasiatkan atas kalian untuk selalu berbuat baik. "


Photo AlbumPhoto Album 2010-02-08Dec 12, '07 2:01 AM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd

EventDec 10, '07 10:46 PM
for everyone
Start:     Jul 8, '08 11:00p
Location:     my home
Selamat Ulang Tahun Sayang...
Jadilah manusia baik yang Cinta pada Allah - mu

EventDec 10, '07 10:45 PM
for everyone
Start:     May 27, '08 11:00p
Location:     My
Selamat Ulang tahun sayang.
Jadilah anak yang baik dan mengenal Tuhan-mu..

Photo AlbumMe and My FamilyDec 7, '07 2:03 AM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
Semoga Cinta Ini sampai akhir usia

Blog EntryDec 7, '07 1:05 AM
for everyone
Banyak orang yang datang dan pergi dalam hidup kita, tetapi hanya teman sejati yang meninggalkan sesuatu di hati kita.

EventDec 7, '07 12:09 AM
for everyone
Start:     Apr 8, '08 01:00a
Semoga Waktu akan semakin mendewasakan kita
dan memberikan tambahan Iman di hati kita.
Selamat Ulang Tahun....

EventDec 7, '07 12:05 AM
for everyone
Start:     Mar 12, '08 05:00a
End:     Mar 12, '08 10:00a
Ulang tahun bapak

Photo AlbumPhoto Album 2007-12-03Dec 3, '07 8:41 PM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd